Rabu, 7 Oktober 2026 10:02 WIB
1
|-

Salah satu guru memberikan materi Pembelajaran Jarak Jauh. 7/10/2026
ROKAN HULU — Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Rokan Hulu Nomor 37 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan, pihak manajemen SMAN 5 Tambusai Utara secara resmi mengalihkan kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.
Kebijakan ini diberlakukan secara serentak selama dua hari, yakni pada tanggal 7 hingga 8 Oktober 2026, menyusul kondisi kabut asap yang semakin menebal dan berpotensi memengaruhi kesehatan para peserta didik di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Kepala SMAN 5 Tambusai Utara bersama jajaran dewan guru dan manajemen sekolah langsung mengambil langkah cepat demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa. Melalui instruksi darurat ini, seluruh siswa diimbau untuk tetap mengikuti proses pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing selama masa tanggap kabut asap tersebut.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah prioritas utama kita saat ini. Mengingat kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap, SMAN 5 Tambusai Utara langsung menyesuaikan kebijakan dengan memberlakukan PJJ sesuai dengan arahan yang tertuang dalam SE Bupati Rokan Hulu Nomor 37 Tahun 2026," ujar pihak SMAN 5 Tambusai Utara.
Selama masa Pembelajaran Jarak Jauh berlangsung, para guru mata pelajaran di SMAN 5 Tambusai Utara tetap aktif berkoordinasi melalui grup komunikasi kelas untuk membagikan materi, penugasan, serta memantau kehadiran siswa secara virtual. Guru Wali dan wali kelas juga dikerahkan untuk memastikan seluruh peserta didik di setiap rombongan belajar tetap terhubung dan mengikuti instruksi pembelajaran dengan baik dari rumah masing-masing tanpa kendala yang berarti.
Pihak sekolah menegaskan pentingnya sinergi antara pihak institusi pendidikan dan orang tua di rumah. Melalui peran aktif guru wali serta komunikasi intensif dengan wali murid, para orang tua diimbau untuk senantiasa mendampingi serta mengawasi kedisiplinan belajar putra-putrinya. Orang tua juga diingatkan untuk membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan serta menganjurkan penggunaan masker standar apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah guna menghindari risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pelaksanaan PJJ di SMAN 5 Tambusai Utara ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi secara berkala. Pihak sekolah bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan terus memantau perkembangan kualitas udara terkini serta menunggu instruksi resmi berikutnya terkait kepastian kapan kegiatan belajar tatap muka secara normal dapat kembali dibuka.***