Kamis, 10 September 2026 15:45 WIB
16
|-
Gusri Yani, S.Pd.,M.Pd. dari BGTK Provinsi Riau memaparkan materi.
Tambusai Utara — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas proses belajar mengajardi kelas, SMAN 5 Tambusai Utara menggelar kegiatan pelatihan internal bagi para guru. Kegiatan yang mengusung tema "Memahami Konten Pembelajaran dan Cara Mengajarkannya" ini dirancang untuk mempertajam pemahaman pendidik terhadap substansi materi ajar serta ketepatan metode penyampaian yang berpusat pada murid.
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru resmi dimulai pada Kamis, 10 November 2026. Agenda hari pertama kegiatan ini langsung berfokus pada penguatan pemahaman dan pendalaman materi esensial guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.
Pelatihan yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik Sman 5 Tambusai Utara ini dibuka secara resmi pada pagi hari dengan mengusung semangat kolaborasi dan transformasi pendidikan. Pada sesi inti hari pertama, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai strategi memetakan serta menyampaikan materi esensial secara efektif kepada peserta didik.
Narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan bahwa pemahaman materi esensial sangat krusial agar guru tidak terjebak pada penyampaian kurikulum yang terlalu padat tanpa menyentuh esensi kompetensi yang wajib dikuasai siswa. Pendekatan ini dirancang agar pembelajaran menjadi lebih bermakna (meaningful learning), kontekstual, dan berpusat pada murid.
Selain sesi pemaparan teori, hari pertama pelatihan juga diisi dengan diskusi kelompok penyusunan perangkat pembelajaran. Para guru secara aktif merumuskan indikator pencapaian kompetensi, merancang asesmen diagnostik, serta mengintegrasikan metode pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan.
Suasana interaktif terlihat jelas selama sesi tanya jawab dan bedah modul materi. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung terkait kendala nyata yang sering dihadapi di lapangan, mulai dari pengelolaan kelas hingga teknik penyampaian materi yang sulit agar lebih mudah diterima oleh siswa.
Agenda pelatihan hari pertama ditutup dengan refleksi bersama serta penugasan mandiri terstruktur untuk mempersiapkan simulasi pembelajaran yang akan dipresentasikan pada hari kedua, Jumat, 11 November 2026. Melalui penguatan materi esensial di hari pertama ini, para guru diharapkan mampu membawa perubahan nyata di ruang kelas demi tercapainya mutu pendidikan yang lebih adaptif dan berkualitas. ***