


Dalam sambutannya, Kepala SMAN 5 Tambusai Utara menyampaikan bahwa pembentukan Tim Adiwiyata merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman. Menurutnya, keberhasilan program Adiwiyata tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada keterlibatan seluruh warga sekolah.
“Program Adiwiyata bukan sekadar penghijauan sekolah, tetapi juga upaya membangun karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujar kepala sekolah.
Tim Adiwiyata yang dibentuk terdiri atas unsur pimpinan sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa. Masing-masing anggota diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai bidangnya, seperti pengelolaan kebersihan, penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, serta kampanye peduli lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, sekolah juga menetapkan beberapa program kerja awal, di antaranya:
Gerakan Jumat Bersih
Penanaman pohon dan tanaman hias di lingkungan sekolah
Pembuatan pojok hijau di setiap kelas
Pemilahan sampah organik dan anorganik
Pembuatan bank sampah sekolah
Penghematan penggunaan air dan listrik
Selain itu, para siswa diajak untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab serta semangat gotong royong di kalangan siswa.
Pembentukan Tim Adiwiyata SMAN 5 Tambusai Utara disambut antusias oleh seluruh peserta. Para siswa menyatakan siap mendukung dan menjalankan program-program yang telah direncanakan.
Dengan terbentuknya Tim Adiwiyata, SMAN 5 Tambusai Utara berharap dapat menjadi sekolah yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata di masa mendatang.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini